Background
Penyesalan memang selalu datang terlambat. Mungkin dia tidak memiliki jam atau penunjuk waktu lainnya atau yang semacamnya. Mungkin juga dia dari luar negeri yang pembagian waktunya berbeda dengan tempat barunya, sehingga penunjuk waktunya berbeda. Mungkin juga dia tidak pernah dikenalkan dengan sesuatu yang disebut dengan disiplin oleh orangtuanya.

Aku hanya mengandai-andai saja. Andai saja penyesalan datang tepat waktu, atau jika bisa 5 atau 10 menit saja sebelum 'acara' dimulai, semua tidak akan seperti ini.

Aku mungkin masih bahagia bersama dia. Bahkan menjadi orang paling bahagia di dunia ini. Jatuh cinta dengan sahabatku sendiri..

Sekarang aku sadari bahwa semua telah berbeda. Dengan dia yang mulai berpaling karena kesalahan besar yang telah aku lakukan. Tidak adakah kesempatan? Tidak. Tidak adakah cara untuk memperbaiki semua ini menjadi seperti dulu? Tidak. Tidak adakah perbuatanku yang dapat menawan hatimu lagi? Menyembuhkan luka yang telah aku goreskan disana dengan segala cara. Tidak adakah? Tidak.
Tidak adakah orang yang pintar dengan IQ 180 yang dapat membuat mesin waktu? Aku akan melakukan apapun untuk itu.

Seandainya waktu dapat diputar, aku tidak akan menyia-nyiakan dia seperti dulu. Menggantungnya dengan harapan palsu hingga akhirnya tali gantung itu retas dan putus, membuat dia dapat kembali bebas. Menjerat dia dengan segala perhatian yang aku berikan. Hingga akhirnya dia menyadari bahwa perhatian itu bukan hanya untuknya sorang, tapi kepada orang lain (yang bagiku saat itu adalah orang yang lebih berharga darinya).

Well, everything has changed, is that right? Semua telah berubah seiring berjalannya waktu. Yang sangat aku sayangkan adalah, aku baru menyadari dia tidak akan sebodoh itu untuk terus dan terus bertahan demi aku. Memang siapa aku? Seorang putri yang sangat menawan yang baik hati dan pantas untuk dipertahankan? Once again, that's not.

Bisakah aku hidup tanpa adanya penyesalan, Tuhan? Ini menyakitkan. Ditambah lagi sekarang aku sedang menjalin status hubungan baru dengan seorang pria yang dia kenal. Itu membuat aku jadi serba salah dihadapannya. Dan aku tidak akan menyalahkan dia jika dia tidak percaya saat aku mengatakan bahwa aku mencintainya.

Kapan aku bisa lepas dari ini semua? Aku lelah.

Pernah suatu hari aku menemukan seseorang yang benar-benar bisa membuatku melupakan dia barang sejenak. Tapi dihari berikutnya aku kembali menemukan dia di otakku. Hari-hari yang aku lalui sambil berusaha melupakanmu dan berpaling kepada laki-laki lain ini membuatku GILA! Belum pernah aku merasakan yang namanya berharap terlalu besar dan akhirnya aku ditinggalkan begitu saja. Aku kehilangan dia. Dan aku juga kehilangan engkau. Absurd.

Dan pikiranku kembali terisi tentangmu. Segala hal indah yang pernah kita lalui bersama. Segala hal manis dan pahit yang telah mengisi hari-hariku bersamamu. Hari-hari kita. Terkadang aku terbangun di tengah malam dan memori tentangmu menyerangku tanpa ampun. Tapi entah kenapa aku tidak bisa menangis. Padahal sebelum ini aku selalu menjadi anak perempuan (dalam artian aku benar-benar menjadi anak perempuan yang labil dan selalu menangis setiap emosiku bergejolak). Tapi ketika aku merasakan emosi tentangmu menendang-nendang dalam dadaku, aku hanya bisa termenung dan menyesali penyesalan ini.

Hingga akhirnya aku kembali bertemu dengan seseorang. Orang yang sempat membuatku sedikit melupakanmu. Aku menerimanya, membiarkan dia membuatku berpikir bahwa aku dapat melupakan segala masa lalu dan memulai lembaran baru bersamanya. Tapi tanpa aku dan dia sadari, aku tidak pernah bisa membalikkan halaman baru dalam bukuku. Halaman yang terbuka sekarang terlalu bagus. Dan terlalu sulit untuk ditinggalkan begitu saja.
Aku meninggalkan dia. Karena aku tahu dia bukan orang yang aku pilih untuk melupakanmu. Hanya ada satu orang yang benar-benar bisa membuatku melupakanmu. Dan dia telah pergi, jauh. Tanpa menyadari aku menyesal karena kami telah mengenal jauh lebih dalam satu sama lain dari pada harapan kami berdua sendiri.

Ah sial, hidup dalam penyesalan memang benar-benar rumit, kau tahu? Bangun dan langsung teringatkan tentang masa lalu. Saat kau melihat namanya, otakmu langsung berkontraksi dan mengejang. Ketika kau men-stalk profilnya dalam jejarin sosial, hatimu serasa diremas menyadari sudah tidak ada lagi postingan yang ditujukan untukmu, seperti dulu..

Well, yang aku tahu pasti sekarang adalah. Aku bertahan. Just holding, onto nothing..
Belakangan ini memang ada istilah-istilah asing disekitar kita tentang Energi Terbarukan. Well, mungkin jika kau adalah orang scienties yang selalu menempelkan kakimu di dunia ilmiah, istilah itu akan terdengar seperti kalimat "Hey! What's up?". Tapi untuk kaum awam? Don't ask. Hate to explain it.

Just check this out, guys. It's all I know about "Energi Terbarukan".


-          Apa itu Energi Terbarukan?
Secara sederhana, energi terbarukan didefinisikan sebagai energi yang dapat diperoleh ulang (terbarukan) seperti sinar matahari dan angin. Energi terbarukan tidak akan habis meskipun digunakan oleh kita berkali-kali.

-          Dari mana sumbernya?
Sumber energi terbarukan adalah sumber energi ramah lingkungan yang tidak mencemari lingkungan dan tidak memberikan kontribusi terhadap perubahan iklim dan pemanasan global seperti pada sumber-sumber tradisional  lain. Ini adalah alasan utama mengapa energi terbarukan sangat terkait dengan masalah lingkungan dan ekologi di mata banyak orang.

-          Definisinya...
Banyak orang biasanya menunjuk energi terbarukan sebagai antitesis untuk bahan bakar fosil. Bahan bakar fosil memiliki tradisi penggunaan yang panjang, sementara sektor energi terbarukan baru saja mulai berkembang dan ini adalah alasan utama mengapa energi terbarukan masih sulit bersaing dengan bahan bakar fosil.
Energi terbarukan masih perlu meningkatkan daya saing, karena sumber energi yang terbarukan masih membutuhkan subsidi untuk tetap kompetitif dengan bahan bakar fosil dalam hal biaya (meskipun harus juga disebutkan bahwa perkembangan teknologi pada energi terbarukan terus menurunkan harganya dan hanya masalah Waktu energi terbarukan akan memiliki harga yang kompetiti tanpa subsidi dibandingkan bahan bakar tradisional.)
Selain dalam hal biaya, energi terbarukan juga perlu meningkatkan efisiensinya. Sebagai contoh, panel surya rata-rata memiliki efisiensi sekitar 15% yang berarti banyak energi akan terbuang dan ditransfer menjadi panas, bukan menjadi bentuk lain energi yang bermanfaat untuk digunakan. Namun, ada banyak penelitian yang sedang berlangsung dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi teknologi energi terbarukan, beberapa darinya benar-benar menjanjikan, meskipun kita belum melihat solusi energi terbarukan yang sangat efisien dan bernilai komersial tinggi.
Sektor energi terbarukan bisa memutuskan untuk "wait and see" karena bahan bakar fosil pada akhirnya akan habis dan energi terbarukan kemudian akan menjadi alternatif terbaik guna memuaskan rasa dahaga dunia akan energi. Tapi ini akan menjadi strategi yang buruk karena dua alasan: keamanan energi dan perubahan iklim.
Sebelum bahan bakar fosil habis, sektor energi terbarukan harus dikembangkan untuk cukup menggantikan batubara, minyak bumi, dan gas alam dan ini hanya dapat dilakukan jika kemajuan teknologi energi terbarukan berlanjut di tahun-tahun mendatang. Kegagalan pengembangkan teknologi energi terbarukan akan membahayakan keamanan energi masa depan kita, dan ini harus dihindari oleh dunia.
Energi terbarukan sering dianggap sebagai cara terbaik untuk mengatasi pemanasan global dan perubahan iklim. Energi terbarukan akan mengurangi penggunakan bahan bakar fosil yang terus kita bakar, mengurangi pembakaran bahan bakar fosil berarti juga mengurangi emisi karbon dioksida dan memberikan dampak perubahan iklim yang lebih rendah.
Sebenarnya ada banyak alasan untuk memilih energi terbarukan dibandingkan bahan bakar fosil, tetapi kita tidak boleh lupa bahwa energi terbarukan masih belum siap untuk sepenuhnya menggantikan bahan bakar fosil. Di tahun-tahun mendatang hal itu pasti terjadi, tetapi tidak untuk sekarang. Hal yang paling penting untuk dilakukan sekarang adalah mengembangkan teknologi yang berbeda bagi energi terbarukan guna memastikan bahwa saat datangnya hari dimana bahan bakar fosil habis, dunia tidak perlu khawatir dan energi terbarukan sudah siap untuk menggantikannya.


Is that enough? Masih banyak lagi artikel yang ingin author terbitkan. Maybe next time...
See yaa, brothaa... sistaa...
Eccedentesiast, orang yang menyembunyikan segala rasa sakit dalam dirinya dengan senyuman.
Is that like me?
Aku selalu tersenyum, atau dapat dikatakan aku hampir selalu tertawa.
Tapi dibalik itu semua aku menyimpan bom waktu dalam diriku.
Yeah, jangan heran. Asertif bukanlah bagian dari diriku.
Memangnya sebesar apa sih masalahmu? Kau seperti anak kecil saja, semua orang punya masalah kan?
Semua orang pasti berpikir seperti itu ketika orang tahu aku mengeluh tentang apa yang sedang aku hadapi.
Tapi apa kalian pernah menghadapi berbagai masalah yang dicampur aduk menjadi satu dan ditumpahkan diatasmu lalu kau ditinggal untuk membersihkan semua masalah itu sendirian?
Bagaimana kalau semua masalahmu itu membuatmu tertekan? Bagaimana kalau semua itu tidak bisa kau atasi sendirian tapi kau terpaksa menanggungnya sendiri hanya karena kau takut membuat orang-orang disekitarmu khawatir?
Bagaimana kalau bahkan orang-orang yang kau khawatirkan justru ternyata tidak pernah sekalipun mempedulikanmu?
Entah aku harus bagaimana. Rasanya aku ingin berlari ke psikiater sekarang juga (sekarang sudah pukul 10.00 p.m).
Rasanya aku ingin berada di pinggir pantai atau di atas bukit lalu berteriak dan meluapkan semuanya keluar dari diriku.
Aku benci keadaan ini! Apakah kalian sadar itu? Tidak! Kalian tidak akan sadar dan kalian tidak akan pernah mengerti!
Aku tidak bisa menghadapi ini, Tuhan..
Bahkan rasanya jauh lebih baik kalau aku mati.
Setiap kali emosi ini hampir meluap, aku selalu menghentikannya dan kembali menutupnya rapat-rapat.
Pemikiran "hanya masalah kecil, kau akan terlihat seperti anak-anak kalau terus mengeluh. Sangat tidak penting" terus menggelayutiku. Membuatku tidak bisa bebas untuk menikmati hidup.
Membuatku semakin tertekan dan tertekan.
Aku bisa gila kalau begini caranyaaa!
Bagaimana dengan temanmu? Kau kan punya teman?
Hah, teman yah? Persetan dengan mereka.
Mereka selalu mengatakan "Bagaimana aku tahu kau sedang tidak baik-baik saja jika kau tidak pernah menceritakan masalahmu?"  Fuck for you, dear.
Sahabat bukanlah orang yang menanyakan "Are you alright?" Ketika kau terlihat memiliki masalah. Tapi sahabat adalah orang yang menanyakan "Are you alright?" Ketika kau sedang memiliki masalah.
Tidak ada yang peduli.
Ibuku? Hah. Bahkan diapun menyalahkanku dan terus menerus memberikan tekanan padaku!
Dia mengatakan pada semua orang bahwa anak boleh memberikan pendapat. Menurutnya apa yang dia lakukan?! Menjadi ibu yang telah menjalankan kalimat itu? Suck!
Aku sudah lelah untuk menangis. Percuma. Semakin membuatku merasa lemah.
Disaat. Aku berada pada puncak emosi, tendangan dari masalalu membuatku semakin terpelanting.
Ternyata memang hanya dia yang mengerti semua tentangku. Dan kini dia telah menghilang. Dia telah tiada.
RIP to all people who's said will be here next to me then leave me alone in the darkness. All of you are DEAD to me!
If you have me, why you search somebody else?
If you need me, why you go away from me?
If love me, why you turn my heart?
You make the ending, from a story that I call love of my life
Aku mengatakannya! Aku tidak percaya aku mengatakannya!
Bisakah kalian percaya itu? Aku mengatakan apa yang sudah aku pendam selama hampir 2 tahun ini! Dan aku harus mengakui bahwa rasanya... seperti tidak nyata.
Like walking into a dream
So unreal what you've seen, so unsure but it seems
Seperti tidak terjadi apapun.
Biasanya perasaanku akan langsung hilang ketika aku mengatakan hal seperti ini kepada orang yang aku suka, tapi kenapa... ini berbeda?
Andaikan ku dapat mengungkapkan perasaanku
Hingga membuat kau percaya
Akan kuberikan seutuhnya perasaanku
Rasa cinta yang tulus dari dasar lubuk hatiku..
Tapi aku tetaplah aku..
Aku hanya bisa mengatakan apa yang perlu aku katakan, bukan apa yang harus aku katakan.
Aku perlu meluapkan segalanya yang selama ini selalu mengganjal di dadaku.
Tapi seharusnya aku juga mengatakan segalanya dari awal hingga akhir, bukan hanya mengatakan aku menyukainya. Sejak kapan perasaan ini timbul, bagaimana perasaanku ketika dia mendapatkan sosok wanita yang baru diawal semester di tahun kedua kami, bagaimana hancurnya aku ketika dia menjauh, bagaimana hancurnya aku tanpa dia...
Aku tidak menyukainya. Ini sudah bukan sekedar suka!
Aku menyayanginya. Oh ya?
Dan akhirnya, aku memberanikan diri bertanya tentang masa lalu kami berdua.
Dan dia tiba-tiba tidak menjawab pesanku, dafuqq.
Padahal jawaban itulah yang aku tunggu.
Jawaban.. dari pertanyaan tentang masa laluku. Masa lalu kami.
"Dulu banyak yang mengatakan padaku kalau kau pernah memiliki rasa kepadaku. Karena tidak mungkin jika sahabat bisa sampai sedekat itu. Aku sebenarnya tidak percaya, tapi lama kelamaan aku juga penasaran. Apa itu benar?" Dan dia tidak menjawab pertanyaan itu sampai detik ini.
Tapi didalam hatiku, di dasar. Ada yang berbisik memohon, agar setiap ponselku berbunyi, agar setiap jantungku berhenti berdetak untuk sepersekian detik karena bunyi itu, agar saat aku membuka kunci ponselku, namamu tidak terpampang disana.
Yeah, aku takut mengetahui jawaban itu.
Aku takut menghadapi kenyataan bahwa cintaku selama 2 tahun ini hanyalah cinta yang bertepuk sebelah tangan.
Aku payah ya, crazyfrog?
Maafkan aku, telah mengganggumu dan Echa. Semoga kalian berdua bahagia, long last ya! :')
Mungkin di depan semua orang aku bisa tersenyum dan tertawa. Aku masih bisa berwibawa dan tegas. Seluruh pekerjaanku bahkan mungkin akan semakin sempurna karena aku sengaja mencurahkan segala perhatianku kesana.
Tapi saat aku sendiri, mungkin berkaleng-kaleng bir bisa aku habiskan...
"Ini cuman perasaanku, apa kamu yang beneran berubah? Kayaknya yang kedua :')"
Yeah, sepertinya yang kedua. Kau berubah. Ini bukan kau yang dulu, crazyfrog. Ini orang asing yang hanya kebetulan saja selalu ada dalam anganku dan pikiranku. Ini bukan kau.
Apa yang membuat ini semua beralih seperti ke dunia lain?
Di tengah malam terkadang aku tiba-tiba terbangun dan seluruh sarafku mengejang menyadari kenyataan bahwa sudah tidak ada lagi pesan singkatmu seperti dulu.
Sudah tidak ada lagi orang yang selalu ada disaat aku membutuhkan pundak untuk bersandar.
Sudah tidak ada lagi crazyfrog yang dulu selalu ada untukku.
Dia hilang, mungkin dimakan alien atau yang semacamnya. Atau mungkin diculik oleh bajak laut dan digantikan oleh boneka yang mirip dengannya.
Ini gila. Keadaan ini membuatku gila dan tidak bisa menerima ini dengan mudah. Ini mempersulit keadaanku. Mempersulit segala masalah yang aku hadapi. Parah.
Mana bisa aku terus seperti ini? Sepersekian persen dari otak sehatku memerintahkan aku untuk mengambil langkah pasti. Menjauh.
Tapi hatiku menolak mentah-mentah.
"Kau tidak bisa memungkiri kalau perasaanmu telah padam, kan?" Hatiku berbisik memojokkan. "Tapi kau tetap membutuhkan dia, dia orang yang paling bisa membuatmu nyaman sejak dulu." Ya, itu benar.
Entah mana yang benar, aku takut mengatakan kebenaran. Karena aku telah belajar dari masa lalu bahwa kebenaran itu menyakitkan, kau tahu?
Sometimes it's better to be clueless about what's happening around you, than to know every bit of information that would silently kill you.
Bahkan aku tidak tahu bagaimana perasaanku sekarang, aku ingin menghindarinya, tapi aku ingin keadaan kami seperti dulu, dua sahabat yang saling menyayangi satu sama lain tanpa mengutarakan apa yang harus diutarakan.
Aku ingin pergi darinya, membuang dia jauh-jauh dari hidupku. Tapi aku juga ingin kejelasan dari ini semua, kenapa dia seperti ini sekarang.
Ini membuatku gilaaaa!
Hanya Tuhan yang tahu aku. Harus bagaimana. Dan aku tetaplah menjadi aku, orang yang selalu membiarkan segala hal dan masalah mengalir apa adanya sampai masalah itu sendiri bosan dan pergi meninggalkanku.
Just look around and be brave, brotha..
Dulu ada yang pernah mengatakan padaku, "Memang ada yang namanya mantan kekasih. Tapi jangan pernah berpikir kalau ada yang namanya mantan sahabat." is that true? Ciyuss? Masaa?
Aku mengatakannya kepada sepupuku, dan dia tertawa. "Pasti ada. Aku aja punya loh mantan sahabat. Dulu sahabatku punya cowok, terus putus. Beberapa minggu kemudian cowoknya bilang suka sama aku gara-gara sering main bareng sama aku sama sahabatku. Aku nolak cowok itu, tapi sahaatku jadi agak gimanaa gitu. Ya udah lama-lama gak ngomong lagi. Terus malah jadi musuh. Sering ngomong dibelakang lah, nggosipin aku lah, inilah, itulah, repott."
Didalam hati aku hanya tertawa, jadi musuh hanya karena CINTA? Oh my God. HAHAHA!
Tapi sekarang aku mengalaminya.
Tapi... apa iya karena cinta? Entahlah. Ini agak, err, absurd.
Sahabatku yang sudah mengenalku sejak kelas 1 SMK, sekarang mendiamkanku tanpa sebab. Bukan hanya mendiamkan. Dia berubah!
Segala cara telah aku tempuh. Dan aku menyerah. Dia tetap tidak peduli lagi denganku.
Apa sebenarnya yang terjadi, aku tidak tahu. Aku tidak peduli lagi (setidaknya aku BERUSAHA untuk tidak peduli lagi).
Tapi dua hari yang lalu dia kembali mengirimi pesan singkat kepadaku. Aku mulai kembali menoleh ke arahnya. Oh God, apa ini nyata? Entah mengapa aku senang.
Tapi ternyata senangku hanya untuk beberapa menit.
You know what?
You. Know. What?!
YOU KNOW WHAT?!
Dia mengirimiku pesan, sok peduli denganku, hanya karena ingin aku datang di acara lomba sahabatnya sebagai suporter. Damnit! Aku benci modusnyaaaa~ :"
Jika seperti itu caranya lebih baik tidak usah bersusah payah mengirimiku pesan dan berpura-pura peduli kepada kondisiku sekarang, ferret!
Tapi hari ini aku kembali mencoba mengontaknya, aku mengirimi dia pesan terlebih dahulu.
Dua kali mengirim, dua kali tersampaikan, dua-duanya tidak dibalas.
Sudahlah. Aku muak.
Ternyata yang namanya mantan sahabat memang benar-benar ada.
Bisakah kau percaya, bung? Dia memutuskanku!
"*his name, sorry sensor* mengirimimu permintaan untuk berpisah"
Itulah kalimat yang aku temukan saat aku login di game online kesayanganku. Dapatkah kau percaya? Malam minggu aku menemukannya, dalam satu kali main aku langsung jatuh cinta kepadanya. Dalam satu ronde itu pula dia langsung mengirimiku "couple proposal". Dan (tidak seperti biasanya) dalam satu kali main itu pula aku MENERIMANYA! Dapatkah kau percaya kalau aku mendapati kenyataan bahwa dia memutuskanku pada Minggu malam? Brengsek! Dia bahkan masih membalas pesan singkatku saat malam itu.
Why always mee? Disaat aku didekati oleh seorang pria, hanya ada dua kemungkinan: aku ilfeel dan menjauh, atau aku nyaman dan aku bertahan. Well, aku rasa itu terjadi pada semua wanita bukan?
Tapi kenapa disaat aku telah menemukannya aku justru kehilangan diaaaa? Oh God, ini tidak adil :(
Aku sendiri tetap membalas mention milik Mantan dari Masa Laluku. Entah mengapa, aku terus bertahan agar tidak mencari masalah dengan dia. Toh tidak ada salahnya kan? Dia baik, emmm maksudku didepanku dia baik. Dan yang aku ketahui dia memang baik. Lebih baik dariku, maksudku :')
Baru saja Kenny dan Linsey pulang dari rumahku, jemputan mereka masing-masing sudah datang dan mereka pulang.
Kenny bercerita kepadaku, ada seseorang yang menanyakan tentangku. Dan setelah aku desak habis-habisan (agak memaksa, sebenarnya) dia mau bercerita.
"Crazyfrog menanyakanmu tadi."
Aku hanya mengangkat alis.
"Terserah jika tidak mau percaya, aku kan hanya bercerita."
"Hey hey! Jangan marah, Keeen! Okay, ceritakan."
Dan dia bercerita.
"...dia berteriak sangat keras, dan kau tahu? Itu cukup keras sampai semua orang di sekitar sana akhirnya menoleh ke arah kami! Lalu dia menanyakan 'memang sejak kapan?' Dan aku mengatakan 'sangat lama, bray. Memang kau tidak tahu?' 'Tidak. Dia tidak memberitahuku.' Lalu aku mengatakan 'Kau tidak pernah bertanya bagaimana keadaannya, mana mungkin dia tiba-tiba mengirimimu pesan singkat 'operasi'?' Dan dia hanya diam lalu pergi sambil mengatakan 'oke, thanks infonya.' Aku hanya mengatakan 'oke' dan aku pergi."
Aku hanya diam. Hah. Hanya begitu? Padahal di dalam hati aku berharap lebih.
Justru jika dia telah mengetahui keadaanku sekarang, kenapa dia masih diam?!! Harusnya jika dia peduli denganku (read: masih peduli) dia paling tidak mengirimiku pesan untuk menanyakan kabarku atau basa-basi lainnya bukan?
Aku tidak berharap banyak. Aku hanya berharap dia seperti dulu lagi. Tapi sepertinya itu hanya harapan kosong...
HELLO WORLD!
HELLO DEAR!
HELLO LOSER...

Aku tidak percaya akhirnya aku mendapatkan couple untuk user AyoDance ku! AKU MENDAPATKANNYA, BROTHAA! Akhirnya! Setelah sekian lama aku berpikir aku tidak akan mendapatkan couple yang pas untukku, ternyata akhirnya aku bisa menerima seseorang untukku.

Sebenarnya kemarin tidak sebagus itu juga, sih. Aku mengalami sedikit masalah kemarin malam. Mantan dari seseorang (yang dulu sangat berarti bagiku, tapi itu dulu sebelum ku terlukaaa~ #sing) mengontakku dan menginterogasiku di jejaring sosial media dan jujur saja itu membuatku merasa tidak nyaman.
Maksudku, well, dia baru beberapa hari yang lalu putus dengan pacarnya, lalu dia mem-follow twitterku, lalu dia meminta aku untuk mem-followback, lalu dia mengirim mention, lalu kita saling berbalas mention, lalu dia mulai menyinggung-nyinggung tentang MASA LALUku. Aku tegaskan (bold, underline, italic), DIA HANYA MASA LALU YANG AKU HARAP DAPAT AKU LUPAKAN DENGAN MUDAH. Tapi karena wanita ini menyinggungnya kembali dengan ganas, aku terpaksa mengingat lagi semua kenangan manis itu. Shit.

Yeah, well aku kira tidak seburuk itu. Minimal dulunya tidak seburuk ini.
Maksudku, dulu sepertinya aku memiliki segalanya. Teman yang hebat, pacar, secret admirer, etc, etc, etc. Bahkan aku memiliki ibu yang hampir sempurna (tidak, dia saaaangat sempurna). Aku juga telah mencapai puncak dalam karirku di organisasi terbesar dalam sekolahku.

Tapi itu dulu... ketika semua masih dalam genggamanku dan bisa aku kendalikan semauku.

Sejak ayah kembali kedalam kehidupanku dan ibuku, semuanya berubah. Entahlah, mungkin hanya perasaanku saja, aku tidak mengerti.
Mungkin aku saja yang mengira seperti itu, karena MUNGKIN karena kebetulan semata hidupku berubah tepat pada saat ayahku kembali.

Dulu siapa sih yang mau melirikku? Seorang Illia yang kutu buku, tidak famous, tidak cantik, tidak memiliki daya tarik (tidak seperti teman-temanku sekelas di SMP dulu yang notabenenya adalah fashionista), tomboy, over, sebutkan saja semua dan aku akan selalu mengatakan "yeah, that's right".

Tapi semua berubah, sejak aku masuk ke sekolah baruku.
Akulah primadonanya, aku mengatakan kepada diriku sendiri.

Illia yang dulu sudah mati. Sekarang yang ada hanyalah Illia yang selalu melekukkan senyum dan sedikit menggoyangkan pantatnya untuk menarik ribuan lelaki mendekat.

Tapi belakangan ini berbeda. Aku berubah.

Bukan.

Hidupku berubah.