Background

Untitled | Who's come, who's gone

HELLO WORLD!
HELLO DEAR!
HELLO LOSER...

Aku tidak percaya akhirnya aku mendapatkan couple untuk user AyoDance ku! AKU MENDAPATKANNYA, BROTHAA! Akhirnya! Setelah sekian lama aku berpikir aku tidak akan mendapatkan couple yang pas untukku, ternyata akhirnya aku bisa menerima seseorang untukku.

Sebenarnya kemarin tidak sebagus itu juga, sih. Aku mengalami sedikit masalah kemarin malam. Mantan dari seseorang (yang dulu sangat berarti bagiku, tapi itu dulu sebelum ku terlukaaa~ #sing) mengontakku dan menginterogasiku di jejaring sosial media dan jujur saja itu membuatku merasa tidak nyaman.
Maksudku, well, dia baru beberapa hari yang lalu putus dengan pacarnya, lalu dia mem-follow twitterku, lalu dia meminta aku untuk mem-followback, lalu dia mengirim mention, lalu kita saling berbalas mention, lalu dia mulai menyinggung-nyinggung tentang MASA LALUku. Aku tegaskan (bold, underline, italic), DIA HANYA MASA LALU YANG AKU HARAP DAPAT AKU LUPAKAN DENGAN MUDAH. Tapi karena wanita ini menyinggungnya kembali dengan ganas, aku terpaksa mengingat lagi semua kenangan manis itu. Shit.

Yeah, well aku kira tidak seburuk itu. Minimal dulunya tidak seburuk ini.
Maksudku, dulu sepertinya aku memiliki segalanya. Teman yang hebat, pacar, secret admirer, etc, etc, etc. Bahkan aku memiliki ibu yang hampir sempurna (tidak, dia saaaangat sempurna). Aku juga telah mencapai puncak dalam karirku di organisasi terbesar dalam sekolahku.

Tapi itu dulu... ketika semua masih dalam genggamanku dan bisa aku kendalikan semauku.

Sejak ayah kembali kedalam kehidupanku dan ibuku, semuanya berubah. Entahlah, mungkin hanya perasaanku saja, aku tidak mengerti.
Mungkin aku saja yang mengira seperti itu, karena MUNGKIN karena kebetulan semata hidupku berubah tepat pada saat ayahku kembali.

Dulu siapa sih yang mau melirikku? Seorang Illia yang kutu buku, tidak famous, tidak cantik, tidak memiliki daya tarik (tidak seperti teman-temanku sekelas di SMP dulu yang notabenenya adalah fashionista), tomboy, over, sebutkan saja semua dan aku akan selalu mengatakan "yeah, that's right".

Tapi semua berubah, sejak aku masuk ke sekolah baruku.
Akulah primadonanya, aku mengatakan kepada diriku sendiri.

Illia yang dulu sudah mati. Sekarang yang ada hanyalah Illia yang selalu melekukkan senyum dan sedikit menggoyangkan pantatnya untuk menarik ribuan lelaki mendekat.

Tapi belakangan ini berbeda. Aku berubah.

Bukan.

Hidupku berubah.

Categories: , Share

Leave a Reply