Background

Untitled | Never Mind

Dulu ada yang pernah mengatakan padaku, "Memang ada yang namanya mantan kekasih. Tapi jangan pernah berpikir kalau ada yang namanya mantan sahabat." is that true? Ciyuss? Masaa?
Aku mengatakannya kepada sepupuku, dan dia tertawa. "Pasti ada. Aku aja punya loh mantan sahabat. Dulu sahabatku punya cowok, terus putus. Beberapa minggu kemudian cowoknya bilang suka sama aku gara-gara sering main bareng sama aku sama sahabatku. Aku nolak cowok itu, tapi sahaatku jadi agak gimanaa gitu. Ya udah lama-lama gak ngomong lagi. Terus malah jadi musuh. Sering ngomong dibelakang lah, nggosipin aku lah, inilah, itulah, repott."
Didalam hati aku hanya tertawa, jadi musuh hanya karena CINTA? Oh my God. HAHAHA!
Tapi sekarang aku mengalaminya.
Tapi... apa iya karena cinta? Entahlah. Ini agak, err, absurd.
Sahabatku yang sudah mengenalku sejak kelas 1 SMK, sekarang mendiamkanku tanpa sebab. Bukan hanya mendiamkan. Dia berubah!
Segala cara telah aku tempuh. Dan aku menyerah. Dia tetap tidak peduli lagi denganku.
Apa sebenarnya yang terjadi, aku tidak tahu. Aku tidak peduli lagi (setidaknya aku BERUSAHA untuk tidak peduli lagi).
Tapi dua hari yang lalu dia kembali mengirimi pesan singkat kepadaku. Aku mulai kembali menoleh ke arahnya. Oh God, apa ini nyata? Entah mengapa aku senang.
Tapi ternyata senangku hanya untuk beberapa menit.
You know what?
You. Know. What?!
YOU KNOW WHAT?!
Dia mengirimiku pesan, sok peduli denganku, hanya karena ingin aku datang di acara lomba sahabatnya sebagai suporter. Damnit! Aku benci modusnyaaaa~ :"
Jika seperti itu caranya lebih baik tidak usah bersusah payah mengirimiku pesan dan berpura-pura peduli kepada kondisiku sekarang, ferret!
Tapi hari ini aku kembali mencoba mengontaknya, aku mengirimi dia pesan terlebih dahulu.
Dua kali mengirim, dua kali tersampaikan, dua-duanya tidak dibalas.
Sudahlah. Aku muak.
Ternyata yang namanya mantan sahabat memang benar-benar ada.

Categories: , Share

Leave a Reply